Monday, March 26, 2007
Beauty Wihout Effort
Tiba-tiba, mata teman saya tertuju pada salah satu mahasiswa, yang tampak berbeda dengan yang lain. Pakaiannya tidak terbawa-bawa mode, tapi penampilannya tampak cerdas dan mandiri. Rambut biasa-biasa, tanpa make-up, tapi tetap tampak segar. Pokoknya enak dilihat dan tidak membosankan.
Dengan mambandingkan mahasiswi ini dengan yang lain-lainnya, munculah istilah beauty without effort. Ternyata... untuk menjadi orang yang menarik dan enak dipandang, tidak perlu usaha yang berlebihan. Effort yang sangat besar justru akan membuat penampilan jadi berlebihan. Dan justru kalo usaha kita sangat berusaha sekali untuk tampil menarik, membuktikan bahwa kita memang tidak menarik sehingga butuh poles sana poles sini. Kalo memang secara natural kita sudah menarik, tentunya tidak perlu usaha yang terlalu besar agar bisa tampil menarik dan enak dipandang.
Ini juga berlaku buat sifat-sifat positif kita yang lain. Semakin kita berusaha menunjukkan pada orang lain bahwa kita punya sifat positif, justru semakin menggambarkan bahwa sebenarnya kita nggak punya sifat positif itu, sebab kalo sifat positif itu benar-benar kita miliki, orang lain akan segera melihatnya, dan semuanya akan keluar naturally, tanpa perlu effort yang besar dari kita.
Never desire to appear clever and make a show of your talents before men. Be honest, loving, kindly, and sympathetic in all you say and do.
Cleverness will flow from you naturally if you have it, and applause will come to you unsought from those who know what to applaud.
(J. S. Blacke)
Tuesday, February 13, 2007
About Zodiac
Lucunya, setelah beberapa teman saya membacanya, mereka tampak sedikit 'shock' dengan adanya perubahan zodiak yang selama ini dimilikinya. Saya pribadi sih merasa gak terlalu terganggu, karena perubahan dari carpicorn ke sagitarius sama-sama anehnya. Keduanya sama-sama mahluk setengah-setengah. Yang satu setengah kambing - setengah ikan, sedang yang lain setengah kuda - setengah manusia. Walau mahluk yang kedua lebih sering main film, setidaknya muncul di film terkenal "Harry Potter" dan "Chronicle of The Narnia" :-)
Anyway, komentar-komentar lucu sempat dilontarkan oleh teman-teman saya. "Wah... berarti sifat-sifat saya gak cocok nih" atau yang lebih parah lagi ,"Kalo gitu harus nyari jodoh lagi nih, yang sesuai dengan zodiak baru...."
Meskipun dalam konteks bercanda, namun menarik diperhatikan bahwa mungkin masih ada orang atau sekelompok orang yang memegang teguh kepercayaan terhadap zodiak. Can you imagine bagaimana reaksi mereka ketika mereka tahu bahwa zodiak mereka berubah karena ada pergeseran tanggal? Jangan-jangan mereka berpikir untuk mengubah kepribadian mereka agar sesuai dengan zodiak barunya. And, what about ramalan-ramalan yang sebelumnya? Berarti selama ini mereka mempercayai ramalan yang salah.
Perubahan tanggal zodiak ini tampaknya membuktikan bahwa we are who we are, no matter what is our zodiac sign. Kalo memang betul kehidupan kita dipengaruhi oleh zodiak, berarti kalo zodiak kita berubah otomatis kehidupan kita pun berubah...
Agree?
Thursday, February 08, 2007
About Flood
That's what happen about Jakarta. Banjir hebat yang melanda Jakarta mungkin sekarang sudah jadi konsumsi tontonan orang-orang sedunia, dari berbagai belahan dunia. Malu? Harusnya sih begitu... Ibukota negara adalah jendela, etalase sebuah negara. Kadang-kadang ibukota negara menjadi ukuran tingkat kesejahteraan sebuah negara.
Well... sekarang banjir sudah terjadi. Rasanya gak ada gunanya saling menyalahkan, saling menuding. Terlambat. Harusnya sekarang orang-orang (Jakarta dan Indonesia) mulai berpikir bagaimana caranya menata kota supaya kejadian banjir di Jakarta tidak terulang.
Bandung rasanya bisa belajar dari Jakarta. Gak perlu kebanjiran dulu, baru berubah.
By the way, tentang ibukota negara, mungkin sudah saatnya sudah pindah dari Jakarta, ke tempat yang memang bisa ditata dari awal, dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan. Jakarta mendingan jadi pusat bisnis. Pusat belanja dan pusat makanan kan di Bandung. Pusat pemerintahan? Tampaknya perlu cari tempat lain...
One other thing, rada sulit dimengerti mengapa orang Indonesia tampaknya sulit sekali menyadari perlunya pelestarian lingkungan.... Contoh gampang adalah buang sampah. Kok masih banyak ya orang-orang bermobil yang buang sampah dari jendela mobil? Atau, pemanfaatan lahan kosong kota yang membabibuta, tanpa perhitungan. Perlu diteliti, apakah karena budaya Indonesia, atau karakteristik dasar orang Indonesia yang seperti itu, atau hanya beberapa oknum orang Indonesia saja, tapi kebetulan mereka punya pengaruh besar?
Why... oh why...
Wednesday, January 10, 2007
(not so) Suddenly 30
After Christmas and New Year celebration, there's another important day for me.... Setiap hari ke-10 di tahun yang baru, adalah my special moment.
Yup... it's my birthday.. and today is January 10th, 2007, which means that I'm turning 30!
Pheww... turning 30 tampaknya sedikit menyeramkan, bisa bikin depresi (hehe... hiperbol banget yee). Kalo yang suka nonton serial Friends pasti inget dong, ada satu episode when everybody turns 30. Berumur 30 tahun memang sering dianggap jadi patokan yang penting, setelah umum 17 dan 21 tahun. Dengan kepala 3, orang diharapkan jadi lebih dewasa, matang, sukses, dan atribut-atribut lainnya. Memasuki umur 30 seperti memasuki era baru, lapisan baru dalam kehidupan.
But the big question is: what have you done with your 30 years of life? Kudunya dengan umur 30 sudah banyak hal-hal yang dicapai dalam hidup. Mmmh... tantangan yang menarik...
However, we cannot avoid of being old, but we can choose our way to fill our life with something useful for other people.
Happy Birthday to me!
PS
By the way, biasanya tanggal 10 Januari hujan... tahun ini kok gak hujan ya?? :)
Friday, November 03, 2006
Rainbow
I know there is a rainbow
For me to follow
To get beyond my sorrow
Thunder precedes the sunlight
So I'll be alright
If I can find that rainbows end
Saturday, October 28, 2006
End Credit
Menarik untuk diperhatikan, bahwa untuk proses produksi sebuah film dibutuhkan puluhan (bahkan mungkin ratusan) individu dengan talent-nya masing-masing. Tak heran kalau pimpinan produksinya dinamakan 'director', karena memang dia harus bisa mengarahkan sekian banyak orang untuk menciptakan sebuah film yang disukai masyarakat.
Dalam behind the scene film Chicago, sang sutradara (director) mengungkapkan bahwa keberhasilannya membuat Chicago sebagai film yang sukses adalah adanya semangat dan keseriusan yang sama dari semua personel yang terlibat dalam proses produksinya.
Etos kerja para pembuat film tampaknya bisa kita contoh. Yang mereka pikirkan bukan hanya bagaimana mendapatkan uang, tetapi bagaimana membuat sebuah karya yang disukai oleh masyarakat -- uang akan mengikuti dengan sendirinya. Mereka mencintai pekerjaan, yakin bahwa yang mereka kerjakan adalah sebuah karya yang besar. Ketika mereka mengerjakan tugasnya, mereka tahu bahwa pekerjaan mereka itu adalah bagian dari sebuah karya besar.
Ironisnya, end credit biasaya jarang kita perhatikan. Bahkan di bioskop di Indonesia, umumnya film akan segera dihentikan ketika memasuki end credit. Atau, ketika menonton film melalui DVD, biasanya end credit ini kita skip. Atau, walaupun end credit ini ditayangkan sampai habis di televisi, biasanya dengan segera kita memindahkan channel. Apakah ini gambaran bahwa kita tidak bisa menghargai hasil karya orang lain? Mudah-mudahan tidak. Tetapi tidak ada salahnya kalau sekali-kali kita menonton film sampai tuntas benar, sampai kita melihat pula nama-nama orang yang terlibat dalam pembuatannya. Kita akan dibuat terkejut dengan banyaknya orang dan talent yang terlibat. Boleh juga sambil membayangkan bagaimana perasaan kita jika nama kita tercantum dalam deretan nama-nama tersebut.....
Monday, October 16, 2006
Mine is Bigger
Seringkali kita juga seperti Ally. Kalau kita punya masalah, kita merasa sebagai orang tersusah di dunia. Seperti lagu dangdut, kita merasa menjadi 'orang termiskin di dunia'. Tanpa disadari, setiap kita bertemu dengan orang lain, kita menceritakan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Kita lupa, mungkin saja orang yang kita ceritai itu juga sedang punya masalah, bahkan mungkin masalahnya lebih berat daripada yang kita miliki.
Padahal, katanya, kalau kita punya masalah, dan kita membicarakannya ke banyak orang, tanpa berusaha mencari penyelesaiannya, maka kita akan merasa masalah kita jadi semakin besar, dan kita tambah tidak berdaya mengatasinya. Benar atau tidaknya, mungkin masing-masing orang punya pendapat. Yang pasti, kalau kita membicarakan masalah kita ke orang lain, dan orang yang kita ceritai malah memanas-manasin, akhirnya kita tambah bingung dengan masalah kita itu... kecenderungannya, masalah kita malah tambah kusut.
Kesimpulannya, sebelum kita menceritakan masalah kita ke orang lain, tampaknya kita harus tahu dulu apa tujuan kita. Kalau kita ingin masukan, feedback, bantuan solusi, maka kita bisa bicarakan masalah kita dengan orang lain yang kita anggap lebih mampu. Tapi, kalau tujuan kita membicarakan masalah ke orang adalah untuk show-off, supaya kita dikasihani, mendingan kita simpan sendiri masalah kita itu...
Thursday, September 14, 2006
Simple Rules on The Street
Anyway, selain karena adanya perbaikan jalan, setelah saya perhatikan, pemberi kontribusi utama terhadap kemacetan jalan tersebut adalah karena pengguna jalan sendiri. Banyak yang tidak sabaran, menyerobot jalur orang lain, atau menggunakan bagian jalan yang bukan semestinya (contoh: pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar. Menyebalkan sekali, terutama bagi pejalan kaki seperti saya. Trotoar adalah daerah kekuasaan pejalan kaki, bukan kendaraan). Atau, penggunaan bahu jalan di jalan tol, yang jelas sangat berbahaya (biasanya dilakukan oleh orang yang tidak sabar. Sering saya berpikir secara positif bahwa mereka buru-buru karena kebelet pipis... )
Peraturan lalu lintas di jalan sebenarnya tidak sulit. Semua orang dari pasti bisa mengikutinya. Di Indonesia, kita menganut sistem keep-left. Tapi kadang-kadang ada yang mencuri-curi jalur ke arah kanan, walaupun sudah jelas-jelas ada garis pembatas. Atau, zebra-cross yang tidak diindahkan oleh pengendara. Ketika kita akan menyebrang jalan di zebra-cross (yang sudah jelas-jelas adalah tempat menyebrang), mobil-mobil dan motor-motor sama sekali tidak memberi kesempatan untuk menyebrang. Alhasil, menyebrang kadang-kadang terasa seperti salah satu tantangan Fear Factor.
Kelakuan para pejalan kaki kadang sama anehnya. Menyebrang jalan tepat dibawah jembatan penyebrangan. Aneh kan? Atau berjalan dipinggir jalan, bukan di atas trotoar.
Menggelikan juga kalau kita mengamati perilaku orang di jalan raya. Peraturan-peraturan sederhana tampak menjadi sulit untuk ditaati. Padahal, seandainya peraturan-peraturan sederhana itu dipatuhi, mungkin keadaan lalu lintas di jalan raya akan lebih nyaman.
Kalau untuk mematuhi peraturan sederhana saja sudah sulit, apalagi mematuhi peraturan yang kompleks dan rumit?
Wednesday, September 13, 2006
Undo
Terpukul? Honestly, ya. Cukup membuat suasana emosi bergeser ke kutub negatif, walau hanya sebentar. But I take it as a compliment (or another form of rationalization?).
Berpikir adalah pekerjaan yang kadang kala kita kita lupakan sebelum kita bertindak, berkata-kata, atau mengambil keputusan. Sering apa yang kita lakukan atau ucapkan lebih dipengaruhi refleks, terutama kalau kita sedang dikuasai emosi negatif. Padahal, menurut pelajaran fisiologi (mudah-mudahan benar) katanya refleks itu muncul ketika stimulus belum sampai di otak, hanya sampai di tulang belakang. Padahal, pusat berpikir kita ada di otak.....
Salah satu perintah edit di komputer yang paling menyenangkan adalah perintah undo. Kalau kita melakukan kesalahan dalam pengolahan data, dengan mudah kita bisa meng-undo. Sayangnya, dalam kehidupan kita tidak ada tombol seperti itu. Apa yang kita lakukan, apa yang kita ucapkan tidak bisa di-undo. Alangkah menyenangkan, kalau kita bisa meng-undo tindakan bodoh kita, yang sudah merugikan diri kita atau menyakiti orang lain.
Itulah pentingnya berpikir. Tidak ada tombol undo dalam kehidupan kita.
Tuesday, September 12, 2006
Problem: Solved!
Dalam bahasa kita, seringkali digunakan istilah "memecahkan masalah". Sebenarnya, "memecahkan masalah" hanya berarti kita membuat masalah kita menjadi pecahan-pecahan kecil. Hal ini sangat membantu, terutama kalau kita merasa masalah yang kita hadapi sangat besar, hingga menghalangi pandangan kita ke masa depan. Untuk menghadapi masalah yang besar, kita perlu memecah-mecahkannya sehingga menjadi bagian-bagian kecil yang bisa kita atasi sesuai kemampuan kita. Tetapi memecahkan masalah saja tidak cukup. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Kalau masalah hanya dipecahkan, maka yang kita peroleh adalah sejumlah masalah yang lebih banyak, dengan intensitas ringan --- the problems are still there. Namun setidaknya, dengan dipecahkannya masalah akan membangkitkan optimisme kita dalam menyelesaikan masalah yang tampak besar.
Monday, September 11, 2006
3 Things You Must Have in Your Life
- God
- Friends
- Books
GOD
What is life without God? It will be nothing. Ini hal yang mendasar. Tanpa Tuhan dalam hidup kita, maka sebenarnya kita tidak hidup. Tuhan adalah sumber kehidupan kita. Life without God will be like fish without water. Fakta yang tidak bisa dibantah lagi. We need God in our life.
FRIENDS
Ketika hal kedua ini diungkapkan, saya sempat mendebat, kenapa bukan family yang menjadi hal penting berikutnya? Teman saya bilang, betul, keluarga adalah hal yang penting, tapi apa artinya keluarga, kalau tidak bisa berfungsi sebagai teman - sebagai partner dalam hidup kita. Kita semua pasti datang dari sebuah keluarga. Tapi tidak semua orang merasakan bahwa dia punya keluarga. Keluarga yang tidak dapat berfungsi sebagai teman bagi hidup kita akan cenderung kita kesampingkan.
Punya teman di mana-mana adalah hal yang sangat berharga - atau kalau dalam dunia bisnis istilahnya adalah 'jaringan'.
Pernahkah kita melihat gelandangan, homeless, tinggal di pinggir jalan? Pernahkah kita membayangkan bahwa kita juga mungkin saja mengalami hal seperti itu, kalau kita tidak punya teman seorangpun?
Orang bilang, love can be ended, but friendship is forever. Rahasia keberhasilan hubungan jangka panjang antara pasangan, adalah karena mereka berhasil menjadikan pasangannya sebagai teman, sebagai sahabat.
BOOKS
Buku adalah jendela dunia, katanya. Walau mungkin sekarang lebih tepat: internet adalah jendela dunia. But however, buku, bagaimanapun bentuknya, konvensional, atau elektronik adalah sumber informasi bagi kita. Tampaknya hampir tidak ada proses pendidikan yang tidak melibatkan buku.
Sayangnya, semangat membaca akan pudar setelah kita meninggalkan bangku pendidikan. Membaca tidak lagi menjadi kebutuhan. Gosip-gosip mengatakan bahwa minat baca di kalangan orang Indonesia sangat rendah. Memprihatinkan memang.
Banyak membaca buku akan membuat kita berpikir lebih fleksibel, lebih bisa menerima perbedaan pendapat, karena cara berpikir kita menjadi lebih lentur untuk bisa melihat sudut pandang orang lain.
God. Friends. Books. Itulah modal kita untuk menikmati hidup.
Pilot
La vie est belle, la vita e bella, life is beautiful, hidup itu indah. Setiap hari kita mengalami keindahan. Masalahnya, apakah kita selalu bisa melihat keindahan hidup?
That's the theme of my blog. Banyak keindahan yang bisa kita alami dalam kehidupan kita. Mari kita buka seluruh indra dan rasa kita untuk bisa menemukan keindahan dalam setiap saat kehidupan kita.