<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979</id><updated>2011-10-21T14:59:07.819+07:00</updated><category term='christmas'/><title type='text'>La Vie est Belle</title><subtitle type='html'>untuk para penikmat hidup...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-5115111227926207380</id><published>2011-10-21T14:36:00.002+07:00</published><updated>2011-10-21T14:46:33.809+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gIekubzokrg/TqEjL-Mk4xI/AAAAAAAAAVE/ouV2rgixU_U/s1600/DSCF0267.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gIekubzokrg/TqEjL-Mk4xI/AAAAAAAAAVE/ouV2rgixU_U/s320/DSCF0267.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665848494790075154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-fk7YVyv5kFA/TqEjLmTIs1I/AAAAAAAAAUw/zWxAfQO_mpE/s1600/DSCF0258.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fk7YVyv5kFA/TqEjLmTIs1I/AAAAAAAAAUw/zWxAfQO_mpE/s320/DSCF0258.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665848488375137106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dgvOzcamVYc/TqEjLTj3k5I/AAAAAAAAAUo/0PWJraH8I7s/s1600/DSCF0256.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dgvOzcamVYc/TqEjLTj3k5I/AAAAAAAAAUo/0PWJraH8I7s/s320/DSCF0256.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665848483345044370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wP_Cpgdfox0/TqEjMjcv4wI/AAAAAAAAAVM/cDwt6WUcOIU/s1600/DSCF0259.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wP_Cpgdfox0/TqEjMjcv4wI/AAAAAAAAAVM/cDwt6WUcOIU/s320/DSCF0259.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665848504790016770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Djakarta, die Altstadt&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-5115111227926207380?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/5115111227926207380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=5115111227926207380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/5115111227926207380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/5115111227926207380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2011/10/djakarta-die-altstadt.html' title=''/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gIekubzokrg/TqEjL-Mk4xI/AAAAAAAAAVE/ouV2rgixU_U/s72-c/DSCF0267.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-6435883699238213591</id><published>2008-11-19T14:20:00.002+07:00</published><updated>2008-11-19T14:45:56.230+07:00</updated><title type='text'>Perfume</title><content type='html'>Tulisan ini bukan tentang novel 'Perfume' yang beberapa tahun lalu beredar, tentang seorang pembunuh yang terobsesi dengan wangi-wangian, yang tega membunuh wanita-wanita demi menemukan aroma yang paling murni. Bukan. Ini bukan tentang novel itu. Tapi tentang parfum yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, entah kenapa, tiba-tiba terpikir untuk membeli parfum.. Mulailah saya browsing-&lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt; di internet, mencari &lt;em&gt;review-review&lt;/em&gt; parfum terbaru, yang biasanya memang banyak dimuat di internet. Sudah banyak jenis-jenis parfum yang diliat, dengan berbagai penjelasannya, tentang kelebihannya, kekurangannya, kekhasannya, peruntukannya, dan tentu saja harganya. Tapi, setelah beberapa lama &lt;em&gt;browsing&lt;/em&gt;, saya merasa kok agak sia-sia juga ya... Melihat dan membaca &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; dan penjelasan tentang parfum, yang walaupun sangat rinci, ternyata tidak bisa membuat saya membayangkan bagaimana bau dari parfum tersebut. Baru tersadar, bahwa parfum itu kan harus &lt;em&gt;dicium &lt;/em&gt;bukan &lt;em&gt;dilihat&lt;/em&gt;, jadi mau gak mau, untuk memilih parfum yang memang harus datang ke toko parfum, dan mencium berbagai jenis bau-bau-an yang disediakan. Karena itu, saya agak bingung juga kalau mau membeli parfum secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, gimana cara memastikan bahwa bau parfum yang dimaksud cocok dengan selera kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya berkesimpulan bahwa:&lt;br /&gt;1. Sebelum membeli parfum, memang lebih baik kita cari info dulu di internet, atau sumber lainnya, mengenai jenis parfum apa yang kira-kira cocok. Karena, menurut pengalaman, kalau kita datang ke toko parfum dengan pikiran kosong sama sekali, malah akan semakin bingung. Setidaknya, dari &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; di internet, kita bisa mencari tahu parfum-parfum mana yang kira-kira sesuai dengan kriteria dan selera kita, plus kapan saat yang cocok untuk memakainya.&lt;br /&gt;2. Untuk pembelian suatu jenis parfum yang pertama kali, sebaiknya mungkin tidak membeli secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;. Akan lebih baik kita membeli di toko atau &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt; parfum yang ada di &lt;em&gt;mall&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;dept. store&lt;/em&gt;, sehingga kita bisa langsung menentukan parfum mana yang paling sesuai dengan selera kita, karena di sana kita bisa dengan bebas membaui berbagai macam jenis parfum. Walaupun memang disarankan jangan terlalu banyak membaui parfum, karena akan membuat kita semakin pusing sendiri. Di toko parfum kita bisa membuktikan daftar pilihan parfum yang kita buat berdasarkan survei di internet, dengan cara membauinya secara langsung.&lt;br /&gt;3. Untuk pembelian botol ke-dua, dan seterusnya untuk parfum yang sudah kita pernah beli atau pakai sebelumnya, pembelian secara &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; mungkin merupakan cara terbaik. Selain lebih praktis dan efisien (tampaknya parfum yang dijual &lt;em&gt;online&lt;/em&gt; harganya lebih murah, walaupun harus hati-hati terhadap keasliannya), juga menghindarkan kita untuk tergoda membeli parfum lain yang mungkin sebetulnya tidak kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... itulah sedikit tips (walau bukan datang dari seorang ahli hehehe) untuk membeli parfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari parfum adalah, ternyata setiap parfum memiliki karekteristik yang berbeda, mungkin dapat dikatakan setiap parfum memiliki kepribadiannya sendiri. Karena itu, memilih parfum sebenarnya perkara yang rumit juga, karena harus disesuaikan dengan kepribadian kita juga. Parfum yang kita pakai, bisa kita gunakan untuk merepresentasikan siapa kita sebenarnya. Hampir sama dengan pakaian kita. Mungkin itu sebabnya parfum dan &lt;em&gt;fashion&lt;/em&gt; sangat bersinggungan. Banyak &lt;em&gt;designer&lt;/em&gt; terkemuka dunia yang memproduksi juga parfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, selamat berbelanja parfum yang sesuai dengan kepribadian Anda..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-6435883699238213591?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/6435883699238213591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=6435883699238213591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/6435883699238213591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/6435883699238213591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2008/11/perfume.html' title='Perfume'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-2940941454457554360</id><published>2008-11-11T09:30:00.006+07:00</published><updated>2008-11-11T09:54:05.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='christmas'/><title type='text'>One Year Later...</title><content type='html'>Gak kerasa.. sudah setahun lebih saya tidak pernah mengunjungi blog saya sendiri.. hehehe.. Boro-boro untuk menulis sesuatu.. Ternyata menjaga konsistensi memang susah :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah bulan Nopember 2008, sudah dipenghujung tahun. Musim hujan sudah datang, dan suasana Natal mulai menjelang. Toko-toko mulai berhias dengan ornamen natal, cd-cd natal mulai dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, paduan-paduan suara mulai berlatih lagu-lagu natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masih 1,5 bulan lagi, tapi gaung Natal memang sudah terasa. Saya ingat, ketika 2004 terbang ke Manila, waktu itu sekitar pertengahan Nopember, di pesawat (Philippine Airlines) sudah dimainkan lagu-lagu Natal... lucunya, waktu itu di Indonesia sedang dalam suasana Ramadhan, karena saat itu tepat sehari sebelum hari raya Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Manila, sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia yang meriah dengan suasana Ramadhan dan Idul Fitri. Di sana justru suasana Natal jauh lebih terasa. Toko-toko sudah berhias ornamen Natal, rumah-rumah pun sudah dihias dengan lampu-lampu meriah, persis seperti suasana di Indonesia ketika memperingati 50 tahun Indonesia Merdeka tahun 1995 lalu. Uniknya, menurut orang Philippines, mereka sudah mengeluarkan semua ornamen Natal sejak bulan September! Jadi, setiap tahunnya, ketika sudah masuk bulan 'ber'-'ber'-an (September, Oktober dst) maka suasana Natal akan terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, saat itu saya tidak ikut merayakan Natal di Manila, karena pertengahan Desember saya kembali ke Indonesia. Bisa dibayangkan betapa meriahnya perayaan Natal di sana. Tapi setidaknya, saya 'mencicipi' suasana Natal di sana. Salah satunya yang berkesan adalah menonton konser paduan suara bertema natal yang diadakan di tengah-tengah taman terbuka di Green Belt, Manila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain di Manila, lain di Bangkok. Ketika Desember 2007 lalu saya bersama teman-teman kantor melancong ke Thailand (Bangkok &amp;amp; Pattaya), suasana Natal tidak begitu kental. Hampir mirip seperti di Indonesia, dimana toko dan mall-mall berhiaskan ornamen Natal. Tidak semeriah di Manila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan tahun ini? hehe.. so far belum ada rencana melancong sih... Mudah-mudahan ada kesempatan (dan dana, tentunya...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan, ya, bisa Natal-an di luar negeri? :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-2940941454457554360?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/2940941454457554360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=2940941454457554360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/2940941454457554360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/2940941454457554360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2008/11/one-year-later.html' title='One Year Later...'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-3175875536096024529</id><published>2007-10-01T14:07:00.000+07:00</published><updated>2007-10-01T14:35:07.494+07:00</updated><title type='text'>True Holywood Story</title><content type='html'>Buat para pembaca yang kebetulan berlangganan TV kabel, atau TV satelit (mungkin dengan alasan yang sama dengan saya, yaitu karena sudah muak dengan siaran TV lokal hehehe), dan kebetulan mendapatkan channel E! Entertainment, tentu tidak asing lagi dengan suatu acara yang berjudul THS (True Holywood Story).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang mungkin belum pernah tahu seperti apa acara THS itu, akan saya ceritakan sedikit. THS merupakan acara yang dokumenter yang menceritakan kisah hidup para bintang-bintang Holywood, mulai dari masa kecil mereka, hingga saat ini, di mana mereka berhasil menjadi selebritis yang dikenal di seluruh Amerika, bahkan dunia. Masa-masa yang pahit, penuh penderitaan, maupun prestasi-prestasi yang sudah diraih, semua diceritakan dalam THS. Biasanya, tokoh yang di bahas di THS ini dipilih karena popularitasnya yang sedang menanjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, THS membahas tentang kehidupan Vanessa Williams, yang belakangan ini mulai kondang lagi karena perannya sebagai Wihelmina Slater dalam serial komedi Ugly Betty yang sedang booming di Amerika, bahkan mendapatkan penghargaan Emmy Award. Dalam THS tersebut, diceritakan bagaimana perjuangan Vanessa dalam meraih prestasinya hingga saat ini, termasuk masa-masa sukar ketika gelar Miss USA harus dicopot, karena ada fotografer yang menyebarluaskan foto-foto seksinya yang dibuat di masa remaja. Kemudian pula kegagalan-kegagalan dalam rumah tangganya. Namun, selain itu diceritakan juga perjuangan Vanessa dalam memelihara dan membesarkan ke-4 anaknya, bagaimana dedikasi Vanessa terhadap anak-anaknya, sampai-sampai rela bolak-balik NY-LA untuk shooting Ugly Betty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya salah satu contoh. Banyak kisah-kisah hidup lain yang dikupas dalam THS. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari THS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kesuksesan membutuhkan perjuangan. Para bintang Holywood tidak mengalami keberhasilan dengan begitu saja. Perjuangan yang harus mereka jalani sangat berat. Banyak tantangan-tantangan yang mereka alami. Namun yang membuat mereka bisa bertahan dan sukses adalah ketahanan mereka dalam menghadapi semua rintangan dan halangan. Mungkin inilah yang dikatakan &lt;em&gt;adversity quotient&lt;/em&gt;.. (bener gak ya? agak-agak lupa sih...) Banyak bintang Holywood yang berasal dari latar belakang keluarga yang sangat tidak beruntung, miskin, mengalami &lt;em&gt;abuse&lt;/em&gt;, dan lain-lain. Tapi hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk meraih kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ternyata, kalau diperhatikan, hampir sebagian besar aktris dan aktor Holywood, pernah belajar &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt; secara serius, atau minimal belajar &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt; di kelompok teater di SMA. Umumnya mereka sekolah &lt;em&gt;acting &lt;/em&gt;secara formal, atau kalaupun tidak pergi ke sekolah/&lt;em&gt;college&lt;/em&gt;, mereka punya guru &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt;, atau mentor. Kesimpulannya, mereka benar-benar serius dalam usaha menguasai bidangnya, gak hanya &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt; yang sekeder lewat, sekedar nampang... No wonder hasil kerja mereka jadinya sangat bagus dan berkelas. Demikian juga dengan para musisinya. Banyak para musisi Amerika yang benar-benar belajar musik, baik formal maupun non formal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan di Indonesia.. Mungkin ada juga sih, aktor dan aktris atau musisi Indonesia yang memang belajar secara formal dan serius. Tapi, kalo di liat-liat di sinetron kita sekarang, patut dicurigai bahwa para pesinetron itu sebenernya gak punya latar belakang &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt; yang memadai. Yang penting tampang menjual, enak diliat, berani ngomong... Alhasil, sinetron-sinetron kita jadinya kayak sekarang ini, rada males buat nontonnya.. Belum lagi jurus 'aji mumpung' yang dipraktekkan... orang yang kompetensi nya nyanyi, tiba-tiba ikut maen film atau sinetron, atau sebaliknya, orang yang kompetensinya &lt;em&gt;acting&lt;/em&gt; tiba-tiba mengeluarkan album rekaman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukkannya gak boleh, sih, tapi ada baiknya kalau para 'artis' di Indonesia belajar juga dari kesuksesan para bintang Holywood, bagaimana jerih payah mereka, bagaimana keseriusan mereka dalam mendalami bidang kerjanya... Jangan maunya serba instan, yang penting tenar dan dapat duit banyak, tapi tidak memberikan kontribusi positif buat masyarakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, saya baca sebuah artikel di sebuah tabloid yang isinya mengkritik band-band Indonesia yang cenderung mengeluarkan musik 'seadanya' hanya untuk menarik selera pasar.. Mereka berdalih katanya itu adalah kebebasan berekspresi... ada benarnya juga sih... Tapi kekhawatiran para pengamat musik juga beralasan, mereka khawatir musik di Indonesia gak berkembang, dan 'seadanya', yang penting banyak mendatangkan duit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi, sebenernya yang perlu kita khawatirkan adalah masyarakat Indonesia sendiri. Gimana kita mau jadi masyarakat yang cerdas, kalau selalu dibodohi oleh sajian hiburan yang sama sekali gak berkualitas, seadanya, gak membuat kita berpikir... Lama-lama orang Indonesia jadi kayak Patrick, temennya Spongebob, atau Homer Simpson yang kebanyakan nongkrong di depan TV hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-3175875536096024529?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/3175875536096024529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=3175875536096024529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/3175875536096024529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/3175875536096024529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/10/true-holywood-story.html' title='True Holywood Story'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-4378983504112728142</id><published>2007-09-07T16:06:00.000+07:00</published><updated>2007-09-07T16:33:59.374+07:00</updated><title type='text'>Multiple Personalities</title><content type='html'>Kalau anda menyukai novel-novel yang berbau psikologi, pasti pernah mendengar novel Cybill, yang ditulis berdasarkan kisah nyata seorang perempuan yang memiliki 16 kepribadian. Atau, yang baru-baru ini adalah kisah Billy Milligan, seseorang yang memiliki 24 kepribadian. Sebelumnya, Agatha Christie juga pernah menulis novel fiksi tentang seorang pembunuh yang memiliki 4 kepribadian. Film-film yang menceritakan orang berkepribadian ganda juga banyak, misalnya film Never Talk to Strangers yang dibintangi Antonio Banderas, atau yang baru-baru saya tonton - yang juga menjadi inspirasi dari tulisan ini - adalah salah satu episode dari serial Nip/Tuc, yang menggambarkan pasien yang memiliki kepribadian ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian ganda memang merupakan salah satu penyimpangan psikologis, di mana kepribadian seseorang tidak terintegrasi, terpecah, masing-masing berdiri sendiri seperti individu yang berbeda-beda, memiliki keinginan, minat, bahkan kecerdasan yang berbeda-beda. Bahkan pada kasus Cybill dan Billy, beberapa kepribadian memiliki jenis kelamin yang berbeda. Yang lebih aneh lagi, masing-masing kepribadian dapat memiliki fisiologi yang berbeda, seperti tekanan darah, detak jantung, dan lain-lain. (Untuk paragraf ini, mohon koreksi dari teman-teman lain, yang lebih banyak tahu tentang MPD..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, orang yang berkepribadian ganda/multiple seakan-akan satu tubuh yang dipakai rame-rame oleh berbagai orang secara bergantian. Katanya (... kalo gak salah...) kepribadian ganda akan muncul karena adanya situasi traumatis yang tidak bisa diatasi oleh individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kepribadian ganda itu singkatnya adalah suatu penyimpangan. Nah.. dalam salah satu episode Nip/Tuc itu (lupa judulnya apa..) digambarkan salah satu episode dimana Sean McNamara, salah satu tokoh utama, berkata pada partnernya, Christian Troy, bahwa sebenarnya, manusia normal pun sebenarnya berkepribadian ganda. Sean mengatakan bahwa dia bisa menjadi beberapa orang yang berbeda, tergantung situasi. Sean sebagai suami berbeda dengan Sean sebagai ayah, berbeda lagi dengan Sean sebagai dokter, dan berbeda juga dengan Sean sebagai seorang sahabat. Tapi, yang membedakan dirinya dengan orang yang berkepribadian ganda adalah bahwa semua 'kepribadian' nya yang lain bernama sama, yaitu Sean. Sedangkan orang yang berkepribadian ganda biasanya memiliki nama yang berbeda-beda antar tiap kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, pendapat Sean itu betul juga. Kadang-kadang, atau bahkan selalu, kita menampilkan diri kita berbeda-beda pada berbagai situasi. Di rumah kita menampilkan perilaku yang berbeda dengan di kantor. Kita menjadi berbeda ketika berhadapan dengan bos, mendadak muncul perilaku baru yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan, dan sebagainya, dan sebagainya. Hal ini tidak salah, karena bagaimana pun juga kita harus beradaptasi dengan lingkungan kita, dengan tempat di mana kita berada dan siapa yang sedang kita hadapi. Sepintas, mungkin tampak seperti orang yang tidak punya integritas, plin-plan, berubah-ubah. Memang, garisnya tipis sekali antara beradaptasi dengan tidak memiliki integritas. Kalau kita punya integritas, apapun situasinya, kita akan tetap memegang prinsip kita. Yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar. Akan ada 'benang merah' yang menghubungkan setiap pribadi yang kita tampilkan dalam berbagai situasi, sehingga orang akan tetap mengenali kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gak, ada orang yang berkomentar pada kita, "Wah.. lu kalo di kantor beda banget yang sama di rumah" atau "Kalo lagi di depan bos, lu kok jadi beda gitu sih." Nah, kalau orang lain sudah tidak bisa mengenali kita dalam situasi-situasi yang berbeda, karena perilaku kita yang sangat... sangat berbeda... kita harus hati-hati.. Jangan-jangan kepribadian kita sudah mulai terpecah.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-4378983504112728142?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/4378983504112728142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=4378983504112728142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/4378983504112728142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/4378983504112728142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/09/multiple-personalities.html' title='Multiple Personalities'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-1822083544062476209</id><published>2007-09-01T08:51:00.000+07:00</published><updated>2007-09-01T08:54:22.793+07:00</updated><title type='text'>Be Thou My Vision</title><content type='html'>Be Thou my vision, O Lord of my heart;&lt;br /&gt;Naught be all else to me save that Thou art.&lt;br /&gt;Thou my best thought by day or by night,&lt;br /&gt;Waking or sleeping Thy presence my light.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Thou my wisdom, and Thou my true Word;&lt;br /&gt;I ever with Thee and Thou with me, Lord;&lt;br /&gt;Thou my great Father, I Thy true son;&lt;br /&gt;Thou in me dwelling, and I with Thee one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Thou my battle-shield, sword for my fight,&lt;br /&gt;Be Thou my dignity, Thou my delight.&lt;br /&gt;Thou my soul's shelter, Thou my high tower.&lt;br /&gt;Raise Thou me heavenward, O Power of my power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riches I heed not, nor man's empty praise,&lt;br /&gt;Thou mine inheritance, now and always;&lt;br /&gt;Thou and Thou only, first in my heart,&lt;br /&gt;High King of heaven my Treasure Thou art.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High King of heaven, my victory won,&lt;br /&gt;May I reach heaven's joys, O bright heaven's son,&lt;br /&gt;Heart of my heart, whatever befall&lt;br /&gt;Still be my vision, O ruler of all.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-1822083544062476209?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/1822083544062476209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=1822083544062476209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/1822083544062476209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/1822083544062476209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/09/be-thou-my-vision.html' title='Be Thou My Vision'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-7888404584612239473</id><published>2007-09-01T07:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-01T08:51:01.019+07:00</updated><title type='text'>Princess Diana</title><content type='html'>Kemarin (31 Agustus 2007), adalah peringatan 10 tahun kematian Princess Diana, seorang tokoh dunia fenomenal, yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di Paris, Prancis. Peringatan kematian Diana dilakukan di sebuah gereja di dekat Buckingham Palace, dihadiri keluarga dan sahabat-sahabat Diana. Kebetulan, peringatan itu di siarkan langsung oleh BBC dan bisa ditonton di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari peringatan tersebut adalah betapa sederhananya acara yang dilangsungkan. Sederhana, tapi hikmat dan menyentuh. Peringatan dilakukan dalam bentuk kebaktian, ibadah, yang teduh dan menyegarkan. Sangat kontras dengan peringatan ulangtahun Diana pada bulan Juli lalu, dimana Prince William dan Prince Harry menyelenggarakan konser musik  besar-besaran. Peringatan 10 tahun Diana juga disiapkan dan direncanakan oleh kedua pangeran tersebut, dan kabarnya mereka sendiri yang memilih ke-500 tamu yang diundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan, tampaknya itu yang ingin digambarkan oleh William dan Harry dari sosok ibu mereka, yang disebutkan Harry sebagai sosok yang  &lt;em&gt;down to earth&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;the best mother in the world&lt;/em&gt;. Princess Diana dikenal sebagai tokoh yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Status sebagai anggota keluarga kerajaan tidak menyurutkan minatnya untuk menyebarkan sukacita kepada orang-orang yang ditimpa kemalangan. Suatu pelajaran berharga dari Princess Diana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik lain yang dapat diamati dari kebaktian peringatan 10 tahun kematian Princess Diana adalah: di gereja, Queen Elizabeth, Prince Phillip, Prince Charles, Prince William, Prince Harry dan anggota &lt;em&gt;royal family&lt;/em&gt; yang lain, duduk di kursi-kursi jemaat, seperti tamu-tamu lainnya. Bandingkan dengan di Indonesia, kebiasaan kita, kalau ada tamu penting, pejabat negara, pastilah duduk di tempat yang berbeda. Kalau yang lain duduk di kursi kayu/kursi &lt;em&gt;cheetos&lt;/em&gt;, mereka pasti duduk di sofa yang sengaja disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis sekali, bukan? Inggris, sebuah kerajaan, memperlakukan Ratu dan keluarganya seperti jemaat biasa di dalam Gereja. Sedangkan kita, yang katanya negara republik, demokratis, masih memperlakukan pejabat secara feodal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-7888404584612239473?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/7888404584612239473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=7888404584612239473' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/7888404584612239473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/7888404584612239473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/09/princess-diana.html' title='Princess Diana'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-7733729702325061999</id><published>2007-06-27T14:16:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T14:30:57.464+07:00</updated><title type='text'>Change</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu,  kantor tempat saya bekerja mengalami perpindahan lokasi, mengingat lokasi yang lama terlalu sempit. Senang? Tentu saja, karena di kantor yang baru saya memiliki &lt;em&gt;space&lt;/em&gt; yang lebih luas, dan bisa lebih konsentrasi dalam bekerja. Bete? Yaa... ada juga sih... bisa terbayang, kan repotnya pindahan kantor,  harus &lt;em&gt;packing&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;repacking&lt;/em&gt;, belum lagi dokumen-dokumen yang mengalami dislokasi sehingga susah di cari. Well... itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan... kata ini menimbulkan reaksi bermacam-macam. Ada yang senang, ada yang tidak senang. Ada yang antusias, ada yang ogah-ogahan. But, basically perubahan menimbulkan suatu perasaan negatif bagi manusia, meskipun kita tahu bahwa perubahan itu akan berdampak positif bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan, sekecil apapun akan mengganggu kenyamanan kita, pada awalnya. Namun setelah fase transisi itu terlewati, barulah kita dapat merasakan dampak positif dari perubahan itu.  Masalahnya adalah kita umumnya melihat perubahan dari sisi negatifnya dulu, yang terbayang adalah repotnya kita harus menyesuaikan diri, khawatir, cemas, takut bahwa kondisi yang baru akan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun perubahannya, ke arah yang baik ataupun buruk, yang selalu perlu kita ingat bahwa kita, manusia, punya kemampuan adaptasi yang sangat tinggi. Jadi kita sebenarnya dibekali kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ketika kita mengalami perubahan, maka yang menyakitkan adalah pada masa-masa adaptasi. Setelah itu lewat, maka kita akan dapat menemukan kembali diri kira, dan kondisi kita menjadi stabil kembali. Hal ini ditandai jika kita sudah dapat memiliki sudut pandang yang baru, sesuai dengan perubahan yang kita alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masa-masa menyakitkan itu akan terus kita alami, kalau kita masih &lt;em&gt;keukeuh&lt;/em&gt; dengan sudut pandang lama, dengan kacamata lama... atau bahasa keren-nya 'terobsesi dengan masa lalu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: salah satu kekurangan dari kantor saya yang baru adalah letak toilet yang agak jauh, dibanding dengan kantor saya yang lama. Kalo saya &lt;em&gt;keukeuh&lt;/em&gt; dengan pendirian bahwa toilet harus dekat dengan kantor... ya... mungkin tiap hari saya akan mengeluh-ngeluh tentang toilet. Tapi karena saya sudah merubah paradigma saya bahwa toilet di kantor baru memang agak jauh, akhirnya saya bisa menyesuaikan diri juga dengan kondisi itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... perubahan memang menyakitkan, tapi gak akan berlangsung lama, karena itu terjadi pada masa adaptasi saja. Kalau masa-masa menyakitkan itu berlangsung berlarut-larut, mungkin itu terjadi karena kita juga yang memeliharanya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-7733729702325061999?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/7733729702325061999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=7733729702325061999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/7733729702325061999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/7733729702325061999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/06/change.html' title='Change'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-2271999990000207486</id><published>2007-06-27T14:10:00.000+07:00</published><updated>2007-06-27T14:14:44.623+07:00</updated><title type='text'>The Nearness of You</title><content type='html'>It's not the pale moon that excites me&lt;br /&gt;That thrills and delights me, oh no&lt;br /&gt;It's just the nearness of you&lt;br /&gt;It isn't your sweet conversation&lt;br /&gt;That brings this sensation, oh no&lt;br /&gt;It's just the nearness of you&lt;br /&gt;When you're in my arms and I feel you so close to me&lt;br /&gt;All my wildest dreams come true&lt;br /&gt;I need no soft lights to enchant me&lt;br /&gt;If you'll only grant me the right&lt;br /&gt;To hold you ever so tight&lt;br /&gt;And to feel in the night the nearness of you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-2271999990000207486?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/2271999990000207486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=2271999990000207486' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/2271999990000207486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/2271999990000207486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/06/nearness-of-you.html' title='The Nearness of You'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-6846490984614435149</id><published>2007-03-26T15:16:00.000+07:00</published><updated>2007-03-26T15:28:56.548+07:00</updated><title type='text'>Beauty Wihout Effort</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan teman kuliah, duduk-duduk di kantin, dan memperhatikan tingkah polah para mahasiswa S1 yang memenuhi sebagian besar kantin. Yang kami perhatikan (tentunya..) adalah gaya para mahasiswi. Kalau diperhatikan, gaya berpakaian mereka tampak serupa, senada... Mungkin ini memang pengaruh trend fashion yang sangat besar di Indonesia. Tapi, lama-lama sih, bosan juga melihat dandanan dan cara berpakaian yang gitu-gitu juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, mata teman saya tertuju pada salah satu mahasiswa, yang tampak berbeda dengan yang lain. Pakaiannya tidak terbawa-bawa mode, tapi penampilannya tampak cerdas dan mandiri. Rambut biasa-biasa, tanpa make-up, tapi tetap tampak segar. Pokoknya enak dilihat dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mambandingkan mahasiswi ini dengan yang lain-lainnya, munculah istilah &lt;em&gt;beauty without effort. &lt;/em&gt;Ternyata... untuk menjadi orang yang menarik dan enak dipandang, tidak perlu usaha yang berlebihan. Effort yang sangat besar justru akan membuat penampilan jadi berlebihan. Dan justru kalo usaha kita sangat berusaha sekali untuk tampil menarik, membuktikan bahwa kita memang tidak menarik sehingga butuh poles sana poles sini. Kalo memang secara natural kita sudah menarik, tentunya tidak perlu usaha yang terlalu besar agar bisa tampil menarik dan enak dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga berlaku buat sifat-sifat positif kita yang lain. Semakin kita berusaha menunjukkan pada orang lain bahwa kita punya sifat positif, justru semakin menggambarkan bahwa sebenarnya kita nggak punya sifat positif itu, sebab kalo sifat positif itu benar-benar kita miliki, orang lain akan segera melihatnya, dan semuanya akan keluar naturally, tanpa perlu effort yang besar dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Never desire to appear clever and make a show of your talents before men. Be honest, loving, kindly, and sympathetic in all you say and do.&lt;br /&gt;Cleverness will flow from you naturally if you have it, and applause will come to you unsought from those who know what to applaud.&lt;br /&gt;(J. S. Blacke)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-6846490984614435149?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/6846490984614435149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=6846490984614435149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/6846490984614435149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/6846490984614435149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/03/beauty-wihout-effort.html' title='Beauty Wihout Effort'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-4212609165686890161</id><published>2007-02-13T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-02-08T18:01:41.851+07:00</updated><title type='text'>About Zodiac</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, di intramail di kantor tempat saya bekerja, beredar e-mail tentang perubahan tanggal-tanggal zodiak. Tampaknya memang tidak terlalu penting, dan cukup sebagai pengetahuan saja. Tidak ada pengaruh apapun dalam keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, setelah beberapa teman saya membacanya, mereka tampak sedikit 'shock' dengan adanya perubahan zodiak yang selama ini dimilikinya. Saya pribadi sih merasa gak terlalu terganggu, karena perubahan dari carpicorn ke sagitarius sama-sama anehnya. Keduanya sama-sama mahluk setengah-setengah. Yang satu setengah kambing - setengah ikan, sedang yang lain setengah kuda - setengah manusia. Walau mahluk yang kedua lebih sering main film, setidaknya muncul di film terkenal "Harry Potter" dan "Chronicle of The Narnia" :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, komentar-komentar lucu sempat dilontarkan oleh teman-teman saya. "Wah... berarti sifat-sifat saya gak cocok nih" atau yang lebih parah lagi ,"Kalo gitu harus nyari jodoh lagi nih, yang sesuai dengan zodiak baru...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam konteks bercanda, namun menarik diperhatikan bahwa mungkin masih ada orang atau sekelompok orang yang memegang teguh kepercayaan terhadap zodiak. Can you imagine bagaimana reaksi mereka ketika mereka tahu bahwa zodiak mereka berubah karena ada pergeseran tanggal? Jangan-jangan mereka berpikir untuk mengubah kepribadian mereka agar sesuai dengan zodiak barunya. And, what about ramalan-ramalan yang sebelumnya? Berarti selama ini mereka mempercayai ramalan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan tanggal zodiak ini tampaknya membuktikan bahwa we are who we are, no matter what is our zodiac sign. Kalo memang betul kehidupan kita dipengaruhi oleh zodiak, berarti kalo zodiak kita berubah otomatis kehidupan kita pun berubah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agree?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-4212609165686890161?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/4212609165686890161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=4212609165686890161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/4212609165686890161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/4212609165686890161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/02/about-zodiac.html' title='About Zodiac'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-5949826330264121715</id><published>2007-02-08T17:49:00.000+07:00</published><updated>2007-02-08T17:44:47.030+07:00</updated><title type='text'>About Flood</title><content type='html'>Ketika sebuah ibukota negara mengalami suatu kejadian luar biasa, maka seluruh dunia akan segera tahu. Dalam hitungan menit saja seluruh dunia akan bisa menyaksikan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's what happen about Jakarta. Banjir hebat yang melanda Jakarta mungkin sekarang sudah jadi konsumsi tontonan orang-orang sedunia, dari berbagai belahan dunia. Malu? Harusnya sih begitu... Ibukota negara adalah jendela, etalase sebuah negara. Kadang-kadang ibukota negara menjadi ukuran tingkat kesejahteraan sebuah negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well... sekarang banjir sudah terjadi. Rasanya gak ada gunanya saling menyalahkan, saling menuding. Terlambat. Harusnya sekarang orang-orang (Jakarta dan Indonesia) mulai berpikir bagaimana caranya menata kota supaya kejadian banjir di Jakarta tidak terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung rasanya bisa belajar dari Jakarta. Gak  perlu kebanjiran dulu, baru berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By the way, tentang ibukota negara, mungkin sudah saatnya sudah pindah dari Jakarta, ke tempat yang memang bisa ditata dari awal, dipersiapkan menjadi pusat pemerintahan. Jakarta mendingan jadi pusat bisnis. Pusat belanja dan pusat makanan kan di Bandung. Pusat pemerintahan? Tampaknya perlu cari tempat lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One other thing, rada sulit dimengerti mengapa orang Indonesia tampaknya sulit sekali menyadari perlunya pelestarian lingkungan.... Contoh gampang adalah buang sampah. Kok masih banyak ya orang-orang bermobil yang buang sampah dari jendela mobil? Atau, pemanfaatan lahan kosong kota yang membabibuta, tanpa perhitungan. Perlu diteliti, apakah karena budaya Indonesia, atau karakteristik dasar orang Indonesia yang seperti itu, atau hanya beberapa oknum orang Indonesia saja, tapi kebetulan mereka punya pengaruh besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why... oh why...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-5949826330264121715?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/5949826330264121715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=5949826330264121715' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/5949826330264121715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/5949826330264121715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/02/about-flood.html' title='About Flood'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-116842377453264994</id><published>2007-01-10T16:55:00.001+07:00</published><updated>2008-11-24T22:08:50.985+07:00</updated><title type='text'>(not so) Suddenly 30</title><content type='html'>Akhirnya, setelah beberapa lama, muncul lagi mood untuk nulis di blog....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After Christmas and New Year celebration, there's another important day for me.... Setiap hari ke-10 di tahun yang baru, adalah my special moment.&lt;br /&gt;Yup... it's my birthday.. and today is January 10th, 2007, which means that I'm turning 30!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pheww... turning 30 tampaknya sedikit menyeramkan, bisa bikin depresi (hehe... hiperbol banget yee). Kalo yang suka nonton serial Friends pasti inget dong, ada satu episode when everybody turns 30. Berumur 30 tahun memang sering dianggap jadi patokan yang penting, setelah umum 17 dan 21 tahun. Dengan kepala 3, orang diharapkan jadi lebih dewasa, matang, sukses, dan atribut-atribut lainnya. Memasuki umur 30 seperti memasuki era baru, lapisan baru dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the big question is: what have you done with your 30 years of life? Kudunya dengan umur 30 sudah banyak hal-hal yang dicapai dalam hidup. Mmmh... tantangan yang menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, we cannot avoid of being old, but we can choose our way to fill our life with something useful for other people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Birthday to me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS&lt;br /&gt;By the way, biasanya tanggal 10 Januari hujan... tahun ini kok gak hujan ya?? :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-116842377453264994?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/116842377453264994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=116842377453264994' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116842377453264994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116842377453264994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2007/01/not-so-suddenly-30.html' title='(not so) Suddenly 30'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-116253392929198672</id><published>2006-11-03T12:54:00.000+07:00</published><updated>2006-11-03T13:05:29.306+07:00</updated><title type='text'>Rainbow</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(by Mariah Carey)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know there is a rainbow&lt;br /&gt;For me to follow&lt;br /&gt;To get beyond my sorrow&lt;br /&gt;Thunder precedes the sunlight&lt;br /&gt;So I'll be alright&lt;br /&gt;If I can find that rainbows end&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-116253392929198672?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/116253392929198672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=116253392929198672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116253392929198672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116253392929198672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/11/rainbow.html' title='Rainbow'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-116200422308231713</id><published>2006-10-28T09:42:00.000+07:00</published><updated>2006-10-28T09:57:03.100+07:00</updated><title type='text'>End Credit</title><content type='html'>Buat kita-kita yang hobi nonton film, pasti sudah tidak asing lagi dengan 'end credit'. Biasanya berupa serombongan nama-nama yang muncul di akhir film. Nama-nama itu adalah sejumlah orang yang terlibat dalam proses produksi film tersebut. Semua orang yang terlibat tercantum di sana, mulai dari leading actor/actress, supporting actor/actress, sutradara, produser, penulis, fasihon designer, sampai driver, petugas catering, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk diperhatikan, bahwa untuk proses produksi sebuah film dibutuhkan puluhan (bahkan mungkin ratusan) individu dengan talent-nya masing-masing. Tak heran kalau pimpinan produksinya dinamakan 'director', karena memang dia harus bisa mengarahkan sekian banyak orang untuk menciptakan sebuah film yang disukai masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam behind the scene film Chicago, sang sutradara (director) mengungkapkan bahwa keberhasilannya membuat Chicago sebagai film yang sukses adalah adanya semangat dan keseriusan yang sama dari semua personel yang terlibat dalam proses produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etos kerja para pembuat film tampaknya bisa kita contoh. Yang mereka pikirkan bukan hanya bagaimana mendapatkan uang, tetapi bagaimana membuat sebuah karya yang disukai oleh masyarakat -- uang akan mengikuti dengan sendirinya. Mereka mencintai pekerjaan, yakin bahwa yang mereka kerjakan adalah sebuah karya yang besar. Ketika mereka mengerjakan tugasnya, mereka tahu bahwa pekerjaan mereka itu adalah bagian dari sebuah karya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, end credit biasaya jarang kita perhatikan. Bahkan di bioskop di Indonesia, umumnya film akan segera dihentikan ketika memasuki end credit. Atau, ketika menonton film melalui DVD, biasanya end credit ini kita skip. Atau, walaupun end credit ini ditayangkan sampai habis di televisi, biasanya dengan segera kita memindahkan channel. Apakah ini gambaran bahwa kita tidak bisa menghargai hasil karya orang lain? Mudah-mudahan tidak. Tetapi tidak ada salahnya kalau sekali-kali kita menonton film sampai tuntas benar, sampai kita melihat pula nama-nama orang yang terlibat dalam pembuatannya. Kita akan dibuat terkejut dengan banyaknya orang dan talent yang terlibat. Boleh juga sambil membayangkan bagaimana perasaan kita jika nama kita tercantum dalam deretan nama-nama tersebut.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-116200422308231713?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/116200422308231713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=116200422308231713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116200422308231713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116200422308231713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/10/end-credit.html' title='End Credit'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-116099028302626746</id><published>2006-10-16T15:58:00.000+07:00</published><updated>2006-10-16T16:22:27.626+07:00</updated><title type='text'>Mine is Bigger</title><content type='html'>Dalam salah satu episode Ally McBeal, Georgia Thomas, salah satu kolega Ally, bertanya pada Ally, "What is it that make your problem always bigger than others'?". Pertanyaan ini muncul gara-gara Georgia kesal karena Ally selalu mengeluhkan masalah-masalah yang sedang dialaminya, tentang percintaannya, tentang pekerjaannya, kepada semua orang yang ditemuinya, seakan-akan orang lain tidak punya masalah, atau seakan-akan masalahnya adalah yang terberat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita juga seperti Ally. Kalau kita punya masalah, kita merasa sebagai orang tersusah di dunia. Seperti lagu dangdut, kita merasa menjadi 'orang termiskin di dunia'. Tanpa disadari, setiap kita bertemu dengan orang lain, kita menceritakan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Kita lupa, mungkin saja orang yang kita ceritai itu juga sedang punya masalah, bahkan mungkin masalahnya lebih berat daripada yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, katanya, kalau kita punya masalah, dan kita membicarakannya ke banyak orang, tanpa berusaha mencari penyelesaiannya, maka kita akan merasa masalah kita jadi semakin besar, dan kita tambah tidak berdaya mengatasinya. Benar atau tidaknya, mungkin masing-masing orang punya pendapat. Yang pasti, kalau kita membicarakan masalah kita ke orang lain, dan orang yang kita ceritai malah memanas-manasin, akhirnya kita tambah bingung dengan masalah kita itu... kecenderungannya, masalah kita malah tambah kusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, sebelum kita menceritakan masalah kita ke orang lain, tampaknya kita harus tahu dulu apa tujuan kita. Kalau kita ingin masukan, feedback, bantuan solusi, maka kita bisa bicarakan masalah kita dengan orang lain yang kita anggap lebih mampu. Tapi, kalau tujuan kita membicarakan masalah ke orang adalah untuk show-off, supaya kita dikasihani, mendingan kita simpan sendiri masalah kita itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-116099028302626746?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/116099028302626746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=116099028302626746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116099028302626746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/116099028302626746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/10/mine-is-bigger.html' title='Mine is Bigger'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-115822264125726388</id><published>2006-09-14T15:10:00.000+07:00</published><updated>2006-09-14T15:30:41.266+07:00</updated><title type='text'>Simple Rules on The Street</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir  ini, daerah di sekitar rumah saya mengalami kemacetan luar biasa. Sehari-hari memang daerah tersebut dikenal sebagai salah satu daerah macet di Bandung. Namun apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini memang berada di luar batas kenormalan. Penyebabnya adalah adanya proyek perbaikan jalan, berupa pelapisan jalan dengan beton sehingga lebih tinggi. Tujuannya pasti sangat baik, dan akan berguna di kemudian hari, terutama kalau musim  hujan. Area tersebut akan bebas dari genangan air. Tapi proses perbaikan itu memang cukup menyebalkan. Mungkin inilah pengorbanan yang perlu dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, selain karena adanya perbaikan jalan, setelah saya perhatikan, pemberi kontribusi utama terhadap kemacetan jalan tersebut adalah karena pengguna jalan sendiri. Banyak yang tidak sabaran, menyerobot jalur orang lain, atau menggunakan bagian jalan yang bukan semestinya (contoh: pengendara sepeda motor yang naik ke trotoar. Menyebalkan sekali, terutama bagi pejalan kaki seperti saya. Trotoar adalah daerah kekuasaan pejalan kaki, bukan kendaraan). Atau, penggunaan bahu jalan di jalan tol, yang jelas sangat berbahaya (biasanya dilakukan oleh orang yang tidak sabar. Sering saya berpikir secara positif bahwa mereka buru-buru karena kebelet pipis... )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan lalu lintas di jalan sebenarnya tidak sulit. Semua orang dari pasti bisa mengikutinya. Di Indonesia, kita menganut sistem keep-left. Tapi kadang-kadang ada yang mencuri-curi jalur ke arah kanan, walaupun sudah jelas-jelas ada garis pembatas. Atau, zebra-cross yang tidak diindahkan oleh pengendara. Ketika kita akan menyebrang jalan di zebra-cross (yang sudah jelas-jelas adalah tempat menyebrang), mobil-mobil dan motor-motor sama sekali tidak memberi kesempatan untuk menyebrang. Alhasil, menyebrang kadang-kadang terasa seperti salah satu tantangan Fear Factor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelakuan para pejalan kaki kadang sama anehnya. Menyebrang jalan tepat dibawah jembatan penyebrangan. Aneh kan? Atau berjalan dipinggir jalan, bukan di atas trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggelikan juga kalau kita mengamati perilaku orang di jalan raya. Peraturan-peraturan sederhana tampak menjadi sulit untuk ditaati. Padahal, seandainya peraturan-peraturan sederhana itu dipatuhi, mungkin keadaan lalu lintas di jalan raya akan lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau untuk mematuhi peraturan sederhana saja sudah sulit, apalagi mematuhi peraturan yang kompleks dan rumit?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-115822264125726388?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/115822264125726388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=115822264125726388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115822264125726388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115822264125726388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/09/simple-rules-on-street.html' title='Simple Rules on The Street'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-115813779687602095</id><published>2006-09-13T15:30:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T15:56:36.886+07:00</updated><title type='text'>Undo</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;One day, salah satu direktur di tempat saya kerja, memberikan feedback tentang saya. Katanya, saya itu orangnya terlalu mendalam dalam berpikir, jadi terkesan lambat dalam bertindak. Mmmh.. suatu feedback yang cukup menusuk, apalagi dalam konteks lingkungan kerja, yang notabene semua orang ingin dicap sebagai pekerja yang cekatan dan cepat tanggap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpukul? Honestly, ya. Cukup membuat suasana emosi bergeser ke kutub negatif, walau hanya sebentar. But I take it as a compliment (or another form of rationalization?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir adalah pekerjaan yang kadang kala kita kita lupakan sebelum kita bertindak, berkata-kata, atau mengambil keputusan. Sering apa yang kita lakukan atau ucapkan lebih dipengaruhi refleks, terutama kalau kita sedang dikuasai emosi negatif. Padahal, menurut pelajaran fisiologi (mudah-mudahan benar) katanya refleks itu muncul ketika stimulus belum sampai di otak, hanya sampai di tulang belakang. Padahal, pusat berpikir kita ada di otak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perintah edit di komputer yang paling menyenangkan adalah perintah undo. Kalau kita melakukan kesalahan dalam pengolahan data, dengan mudah kita bisa meng-undo. Sayangnya, dalam kehidupan kita tidak ada tombol seperti itu. Apa yang kita lakukan, apa yang kita ucapkan tidak bisa di-undo. Alangkah menyenangkan, kalau kita bisa meng-undo tindakan bodoh kita, yang sudah merugikan diri kita atau menyakiti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pentingnya berpikir. Tidak ada tombol undo dalam kehidupan kita. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-115813779687602095?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/115813779687602095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=115813779687602095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115813779687602095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115813779687602095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/09/undo.html' title='Undo'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-115804427361361713</id><published>2006-09-12T13:42:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T13:57:53.623+07:00</updated><title type='text'>Problem: Solved!</title><content type='html'>Dalam hidup, seringkali (atau bahkan selalu) kita berhadapan dengan masalah, problem, persoalan, dan apa pun namanya, yang kadang-kadang memaksa kita untuk berbelok sedikit dan menyelesaikan hal tersebut dulu, sebelum kita dapat melanjutkan kehidupan kita. Sangat natural sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa kita, seringkali digunakan istilah "memecahkan masalah". Sebenarnya, "memecahkan masalah" hanya berarti kita membuat masalah kita menjadi pecahan-pecahan kecil. Hal ini sangat membantu, terutama kalau kita merasa masalah yang kita hadapi sangat besar, hingga menghalangi pandangan kita ke masa depan. Untuk menghadapi masalah yang besar, kita perlu memecah-mecahkannya sehingga menjadi bagian-bagian kecil yang bisa kita atasi sesuai kemampuan kita. Tetapi memecahkan masalah saja tidak cukup. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Kalau masalah hanya dipecahkan, maka yang kita peroleh adalah sejumlah masalah yang lebih banyak, dengan intensitas ringan --- the problems are still there. Namun setidaknya, dengan dipecahkannya masalah akan membangkitkan optimisme kita dalam menyelesaikan masalah yang tampak besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-115804427361361713?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/115804427361361713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=115804427361361713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115804427361361713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115804427361361713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/09/problem-solved.html' title='Problem: Solved!'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-115796523880577056</id><published>2006-09-11T15:37:00.000+07:00</published><updated>2006-09-11T16:00:38.816+07:00</updated><title type='text'>3 Things You Must Have in Your Life</title><content type='html'>Seorang teman  yang berasal dari Philippines, mengajarkan pada saya bahwa dalam kehidupan ini kita harus selalu berusaha memiliki sekurang-kurangnya 3 hal :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;God&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Friends&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Books&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;GOD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;What is life without God? It will be nothing. Ini hal yang mendasar. Tanpa Tuhan dalam hidup kita, maka sebenarnya kita tidak hidup. Tuhan adalah sumber kehidupan kita. Life without God will be like fish without water. Fakta yang tidak bisa dibantah lagi. We need God in our life.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;FRIENDS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika hal kedua ini diungkapkan, saya sempat mendebat, kenapa bukan family yang menjadi hal penting berikutnya? Teman saya bilang, betul, keluarga adalah hal yang penting, tapi apa artinya keluarga, kalau tidak bisa berfungsi sebagai teman - sebagai partner dalam hidup kita. Kita semua pasti datang dari sebuah keluarga. Tapi tidak semua orang merasakan bahwa dia punya keluarga. Keluarga yang tidak dapat berfungsi sebagai teman bagi hidup kita akan cenderung kita kesampingkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Punya teman di mana-mana adalah hal yang sangat berharga - atau kalau dalam dunia bisnis istilahnya adalah 'jaringan'. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah kita melihat gelandangan, homeless, tinggal di pinggir jalan? Pernahkah kita membayangkan bahwa kita juga mungkin saja mengalami hal seperti itu, kalau kita tidak punya teman seorangpun?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang bilang, love can be ended, but friendship is forever. Rahasia keberhasilan hubungan jangka panjang antara pasangan, adalah karena mereka berhasil menjadikan pasangannya sebagai teman, sebagai sahabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BOOKS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku adalah jendela dunia, katanya. Walau mungkin sekarang lebih tepat: internet adalah jendela dunia. But however, buku, bagaimanapun bentuknya, konvensional, atau elektronik adalah sumber informasi bagi kita. Tampaknya hampir tidak ada proses pendidikan yang tidak melibatkan buku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayangnya, semangat membaca akan pudar setelah kita meninggalkan bangku pendidikan. Membaca tidak lagi menjadi kebutuhan. Gosip-gosip mengatakan bahwa minat baca di kalangan orang Indonesia sangat rendah. Memprihatinkan memang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak membaca buku akan membuat kita berpikir lebih fleksibel, lebih bisa menerima perbedaan pendapat, karena cara berpikir kita menjadi lebih lentur untuk bisa melihat sudut pandang orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;God. Friends. Books. Itulah modal kita untuk menikmati hidup.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-115796523880577056?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/115796523880577056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=115796523880577056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115796523880577056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115796523880577056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/09/3-things-you-must-have-in-your-life.html' title='3 Things You Must Have in Your Life'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34199979.post-115796305424794363</id><published>2006-09-11T15:16:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T15:19:58.426+07:00</updated><title type='text'>Pilot</title><content type='html'>&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tergoda oleh diskusi beberapa teman mengenai blog, akhirnya terwujud juga blog ini. Lumayan, itung-itung menyalurkan aspirasi dan pemikiran lewat tulisan, daripada dipendam sendiri. Siapa tahu ada pemikiran-pemikiran, pendapat-pendapat, dan pandangan-pandangan yang berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;La vie est belle, la vita e bella, life is beautiful, hidup itu indah. Setiap hari kita mengalami keindahan. Masalahnya, apakah kita selalu bisa melihat keindahan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's the theme of my blog. Banyak keindahan yang bisa kita alami dalam kehidupan kita. Mari kita buka seluruh indra dan rasa kita untuk bisa menemukan keindahan dalam setiap saat kehidupan kita.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34199979-115796305424794363?l=darmawandani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://darmawandani.blogspot.com/feeds/115796305424794363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34199979&amp;postID=115796305424794363' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115796305424794363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34199979/posts/default/115796305424794363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://darmawandani.blogspot.com/2006/09/pilot.html' title='Pilot'/><author><name>Dani</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/2780/3765/1600/24316203259344l.0.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
